 | dear friends... | May 31, 2007 |
where have you been in all of my life? 
|  | Penjual obat ini menjajajkan dagangannya yang tidak cuma obat tapi juga sederet ramuan dan jampi-jampi. Dengan asesoris Dayak yang dikenakannya dan juga suaranya yang lantang membuat banyak orang tertarik untuk mendatangi. Meski banyak yang mendatangi, tidak berarti banyak yang membeli. Aku mendatangi 'lapak' ibu tersebut karena tertarik dengan dagangan yang ditawarkan. Terutama tentang pelet atau teluh. Kenapa? Karena ramuannya aneh-aneh, hahaha.... Ada yang pake kodok, ular, getah pohon, batu, daun, kulit tokek....macem-macem deh.... Hal lain yang menarik perhatianku adalah kemampuan berkomunikasi si penjual dengan pembeli/penonton. Begitu memikatnya sampai ada orang yang tertarik membeli sebuah ramuan yang waduhh...nda jelas warna, bau dan rasanya....hahahaha..... |

|  | In its freedom, people hunt. In its bars, people stunned.
I wonder what lies inside its head. A plan to get out? A dream of the atmosphere of a jungle? About me outside its bars?
(pictures taken while visiting Surabaya Zoo last year) |

|  | Bersama-sama teman satu mess dan juga rekan sejawat yang lain, kami bersama-sama mengunjungi Prevab tanggal 13 Mei minggu lalu. Untuk temen2, ini adalah kunjungan pertama, sementara buatku ini yang ketiga. Nda bosen karena trek yang ada menjanjikan suasana yang lain setiap kali kudatangi. Suasana yang lain itu di kunjunganku ketiga ini contohnya seperti melintasi sungai kecil dengan meniti jembatan dari batang pohon yang tumbang, terpisah dari rombongan, melihat akar pohon yang tumbang diterpa angin kencang, leher yang capek karena menengadah terlalu lama melihat orang utan yang lagi bikin sarang di pucuk pohon, melihat semut satu arah (jalannya) dan makan beberapa buah pohon.
# angkot carter p.p.: Rp 100.000,00 # sewa perahu p.p.: Rp 300.000,00 # guide: Rp 150.000,00
Saran sebelum masuk hutan: -pakai sepatu atau sendal khusus trekking -pakai kaus lengan panjang atau jaket parasut -jangan lupa pakai topi -bawa minum (paling tidak 2 liter) & snack ringan -jangan lupa lotion/spray anti nyamuk -bawa handuk kecil -terakhir dan paling penting: JANGAN BUANG SAMPAH DI DALAM HUTAN! |

|  | Di satu sisi aku merasa senang tapi di sisi yang lain aku merasa agak sedih.
Senang karena foto-fotoku masuk dalam salah satu edisi dari majalah KABARA yang diterbitkan oleh PT Kaltim Prima Coal. Foto-fotoku tersebut diambil pada saat Marching Band Waditra Prima Sangatta tampil pada Kaltim Marching Band Festival bulan Nopember taun lalu dan marching band tersebut menjadi juara umum Kebetulan di dalam kepanitiaan, aku menjadi seksi dokumentasi.
Agak sedih karena di dalam artikel singkat tersebut, namaku tidak tercantum sebagai 'nara sumber' foto-foto yang terpampang di halaman itu. Sebagian informasi yang tercetak di halaman itu pun berasal dariku.
Bagaimana pendapat Anda?
|

|  | Sebenarnya sudah mau diposting dari dulu cuma baru sempet sekarang.
Perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam dengan menumpang bis. Sempat diselingi dengan melintasi jalur pengangkutan batu bara dan juga selingan lainnya yaitu mask-session, hahahaha....soalnya debu dari jalan yang kami lalui masuk ke dalam bis...
Sesampainya di tempat tujuan kami langsung mengeluarkan logistik yang sudah disiapkan dari mess berupa ikan (siap dibakar) beserta kelengkapannya dan setelah masing-masing tim melakukan tugasnya, kami lantas menikmati makan siang bersama-sama di pinggir Pantai Sekerat sambil menikmati sepoi-sepoi angin laut....hmmmm..... |

|  | Saat membaca undangan resepsi pernikahan putri dari pemilik Hotel Irvan Jaya, Sangatta, ada sebaris tambahan informasi yang menyebutkan bahwa akan ada hiburan spesial.
Spesialnya ternyata karena ada hiburan musik dangdut dengan bintang tamu salah satu finalis KDI. Maka segeralah kami berlima menuju ke tempat resepsi yang terletak tidak jauh dari mess kami. Setelah berbasa-basi sebentar dengan beberapa tamu undangan, aku segera berkeliling untuk memotret suasana resepsi. Berikut ini adalah foto-fotonya... |
| |